Menulis Itu Busuk

Menulis, suatu kegiatan yang pasti dapat dilakukan oleh sebagian besar manusia. Merupakan suatu ketrampilan kreatif untuk menuangkan gagasan. Menuangkan semua kenangan kejadian indah, menyenangkan, memalukan, atau bahkan hal yang buruk sekalipun untuk diingat.

Sungguh busuk, peradaban yang semakin modern ini bermula dari sebuah tulisan. Melalui tulisan, manusia mencoba untuk beralih dari jaman prasejarah ke jaman sejarah. Hanya dengan tulisan, masa lalu dapat dipelajari sehingga bisa diperbaiki. Dengan tulisan pula manusia menuangkan pemikiran.

Sungguh busuk memang, melalui tulisan seseorang tak perlu susah angkat senjata berjuang untuk bangsanya dan tak perlu susah bertempur di medan perang untuk mengubah dunia. Cukup hanya dengan tulisan manusia bisa memperjuangkan hak-haknya, melawan keterbatasan dan penindasan. Hanya dengan tulisan, mampu menjadikan orang biasa menjadi luar biasa, menjadikan orang yang tak dikenal menjadi amat tenar, dan menjadikan seorang budak menjadi penguasa.

Sungguh busuk, jika masih saja meragukan kekuatan tulisan. Sungguh busuk pula, jika masih saja enggan untuk tak berubuat lebih dengan tulisan. Dengan tulisanlah, manusia mampu mengenal Sang Pencipta melalui kitab sucinya. Bayangkan saja jika kumpulan firman-firman Tuhan tidak dituliskan ke dalam tulisan, niscaya manusia akan buta dan alpa terhadap kebesaran Tuhan Sang Pencipta semesta alam raya.

Sungguh busuk, jika tetap saja tidak mengakui bahwa sebagian orang besar karena tulisan. Keberanian menuangkan pemikiran dan ideologi mereka ke dalam suatu tulisanlah yang membawa mereka besar. Tengok saja Shakespeare, Albert Einstein, Charles Darwin, Kartini yang besar karena sebuah tulisan.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)”
― Pramoedya Ananta Toer

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
― Pramoedya Ananta Toer

“Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya”
― Sayyidina Ali R.A

“Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yg tak akan pernah kau sesali kemudian.”
― Helvy Tiana Rosa

“Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin (Caping 3, h. 424)”
― Goenawan Mohamad

“Keahlian penulis adalah menciptakan keadaan agar orang lain berpikir”
― Edwin Schlossberg

“Aku bukanlah penulis yang paling baik, tapi aku penulis ulang yang sangat baik”
― James Michener

“Menulis bagi saya hanyalah seperti berpikir menggunakan jari-jari saya”
― Isaac Asimov

Sudah jelas dan telah dibuktikan bahwa kekuatan sebuah tulisan jelaslah bukan hanya kekuatan yang main-main. Ia mampu berbuat untuk apapun, merubah ideologi, dan mengubah dunia. Ia mampu mengenalkan manusia kepada Tuhan Sang Pencipta. Ia mampu menjadikan manusia biasa menjadi luar biasa. Jadi sungguhlah busuk jika mulai dari sekarang tak segera memulai untuk menulis.

Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s