Bukan sebuah Perpisahan (Fisualisasi Malam)

Hello pagi, masih adakah mentari dikala malam akan segera berakhir, apakah ini yang dinamakan pergantian waktu. Beranjak pergi bukan untuk meninggalkan hanya saja melewati waktu yang akan berganti.

Tidak ada bangunan konstruktif selain membangun hubungan ini, tidak ada pekerja yang professional selain menata pertemuan  ini, dan tak perlu ada alat berat untuk merekatkan antara kita yang sedang menjalani indahnya mengenal satu sama lain. Tiada sekat paling indah selain menjaga dalam doa, Tak perlu bangunan megah cukup untuk menaklukan cinta Karena Gubuk saja itu sudah Cukup sederhana.

Bisa jadi saat ini kita sedang diuji apakah pertemuan ini pantas atau memang harus tetap dilanjuti. Mari kita nikmati tanpa adanya kata “Berpisah” tanpa adanya kata “dekat” tapi cukup sebuah rasa kalau kita akan selalu bersama. Sama selayaknya angin sering bersama hujan walau tak selamanya,. Sama seperti bulan yang sering terlihat bersama bintang walau tak seutuhnya. Yaudah kita nikmatin saja apa yang sekarang sedang kita lewati.

Biarkan kebersamaan ini menjadi bermakna walau akhirnya akan ada pembatas baru bagi kita, biarkan semua dijalanin dengan sederhana. Walau ribuan sekat pembatas memberikan gorong-gorong pemisah tapi yakinlah sekarang kita masih menginjak bumi yang sama. Masih melihat warna pelangi yang sama. Masih bisa merasakan dinginnya hujan yang sama-sama jatuh dari langit sama. Hanya saja aku disini, engkau disana kita tak mungkin menyatu dalam waktu lama.

Katanya pertemuan adalah hal yang paling konkret untuk harapan pasti, dan doa hanya butiran pengingatan untuk menjadikan hal yang bermakna.

Katanya energi terbaik adalah dimana aku dan kamu menyatu dalam doa yang dikutuk menjadi ikatan SAH, maka kata perpisahan akan berubah menjadi pertemuan yang indah.

Katanya sekat akan menjadi pembatas yang murka, namun kau kalahkan dengan penyatuan hati nyang indah.

aku rindu..

kapan kita bertemu?

yah kapan kamu saat mengingatku disitulah kita sedang bertemu dalam pengingatan. Memang bertemu adalah penawar rindu yang paling ampuh, Jika Rindu terselip doa, Biarkan bertemu terselip harapan pasti yang indah.

jika rindu terselip doa, masih tak perlu kata yang keluar dari mulut cukup hati yang berbicara sejenak.

Bila rindu terselip Doa, ribuan sekat pembatas takkan mampu membatasinya.

Jika rindu terselip doa akan pengingatan menjadi racun yang tidak ada obatnya.

Jika rindu terselip doa, bagaimana mungkin aku bisa menggengam tanganmu dan mengatakan satu kata yang hampir menguras Pikiranku.

Katanya selama kita masih dalam langit yang sama kita masih akan bisa bersatu. Jika Kau perkenankan aku ingin menggapai malam dengan Senyuman tanpa beban, dengan menggenggam tanpa bersentuhan, yang Pasti Dengan Kerinduan tanpa harus meninggalkn Luka yg berkepanjangan.Tak Ada yg lebih romantis selain menikmati keheningan malam dan merenung bagaimana menggapai sebuah hubungan ini yg patut untuk diperjuangkan atau hanya ingin tetap kita dijadikan Ilusi…

Masih sederhanakah ikatan ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s