Menulis Itu Busuk

Menulis, suatu kegiatan yang pasti dapat dilakukan oleh sebagian besar manusia. Merupakan suatu ketrampilan kreatif untuk menuangkan gagasan. Menuangkan semua kenangan kejadian indah, menyenangkan, memalukan, atau bahkan hal yang buruk sekalipun untuk diingat.

Sungguh busuk, peradaban yang semakin modern ini bermula dari sebuah tulisan. Melalui tulisan, manusia mencoba untuk beralih dari jaman prasejarah ke jaman sejarah. Hanya dengan tulisan, masa lalu dapat dipelajari sehingga bisa diperbaiki. Dengan tulisan pula manusia menuangkan pemikiran.

Sungguh busuk memang, melalui tulisan seseorang tak perlu susah angkat senjata berjuang untuk bangsanya dan tak perlu susah bertempur di medan perang untuk mengubah dunia. Cukup hanya dengan tulisan manusia bisa memperjuangkan hak-haknya, melawan keterbatasan dan penindasan. Hanya dengan tulisan, mampu menjadikan orang biasa menjadi luar biasa, menjadikan orang yang tak dikenal menjadi amat tenar, dan menjadikan seorang budak menjadi penguasa.

Sungguh busuk, jika masih saja meragukan kekuatan tulisan. Sungguh busuk pula, jika masih saja enggan untuk tak berubuat lebih dengan tulisan. Dengan tulisanlah, manusia mampu mengenal Sang Pencipta melalui kitab sucinya. Bayangkan saja jika kumpulan firman-firman Tuhan tidak dituliskan ke dalam tulisan, niscaya manusia akan buta dan alpa terhadap kebesaran Tuhan Sang Pencipta semesta alam raya.

Lanjutkan membaca Menulis Itu Busuk

Manfaat Merokok

Umumnya merokok merupakan kegiatan yang dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Dalam satu batang rokok, terdapat berbagai zat-zat beracun dan berbahaya bagi kesehatan. Namun, terdapat fakta unik terkait rokok. ternyata, merokok juga dapat menimbulkan manfaat. Apa saja itu? mari simak pemaparan manfaat merokok. Inilah 10 manfaat merokok, antara lain :
1. Mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah penduduk. Berikut data-data yg dilansir WHO:
– Setiap Menit, 60 Orang Mati Karena Rokok
– 100 juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ini
– Di Indonesia diperkirakan terjadi 1.174 kematian perhari akibat asap rokok.

2. Bisa menjadi batu loncatan untuk karir yang lebih tinggi. Peneliti kesehatan dari Universitas Indonesia, Rita Damayanti mengatakan “Rokok adalah batu loncatan (stepping stone) untuk mengambil risiko yang lebih besar,” Menurut data penelitian Rita, orang yang pernah merokok akan berisiko 13 kali menenggak alkohol, 7 kali berhubungan seks pranikah, dan 1,3 kali kecanduan narkoba. Ngerokok juga asik sambil main judi, apalagi sambil buang air besar. mantep tuh!

Lanjutkan membaca Manfaat Merokok

Bukan sebuah Perpisahan (Fisualisasi Malam)

Hello pagi, masih adakah mentari dikala malam akan segera berakhir, apakah ini yang dinamakan pergantian waktu. Beranjak pergi bukan untuk meninggalkan hanya saja melewati waktu yang akan berganti.

Tidak ada bangunan konstruktif selain membangun hubungan ini, tidak ada pekerja yang professional selain menata pertemuan  ini, dan tak perlu ada alat berat untuk merekatkan antara kita yang sedang menjalani indahnya mengenal satu sama lain. Tiada sekat paling indah selain menjaga dalam doa, Tak perlu bangunan megah cukup untuk menaklukan cinta Karena Gubuk saja itu sudah Cukup sederhana.

Bisa jadi saat ini kita sedang diuji apakah pertemuan ini pantas atau memang harus tetap dilanjuti. Mari kita nikmati tanpa adanya kata “Berpisah” tanpa adanya kata “dekat” tapi cukup sebuah rasa kalau kita akan selalu bersama. Sama selayaknya angin sering bersama hujan walau tak selamanya,. Sama seperti bulan yang sering terlihat bersama bintang walau tak seutuhnya. Yaudah kita nikmatin saja apa yang sekarang sedang kita lewati.

Biarkan kebersamaan ini menjadi bermakna walau akhirnya akan ada pembatas baru bagi kita, biarkan semua dijalanin dengan sederhana. Walau ribuan sekat pembatas memberikan gorong-gorong pemisah tapi yakinlah sekarang kita masih menginjak bumi yang sama. Masih melihat warna pelangi yang sama. Masih bisa merasakan dinginnya hujan yang sama-sama jatuh dari langit sama. Hanya saja aku disini, engkau disana kita tak mungkin menyatu dalam waktu lama.

Katanya pertemuan adalah hal yang paling konkret untuk harapan pasti, dan doa hanya butiran pengingatan untuk menjadikan hal yang bermakna.

Katanya energi terbaik adalah dimana aku dan kamu menyatu dalam doa yang dikutuk menjadi ikatan SAH, maka kata perpisahan akan berubah menjadi pertemuan yang indah.

Katanya sekat akan menjadi pembatas yang murka, namun kau kalahkan dengan penyatuan hati nyang indah.

aku rindu..

kapan kita bertemu?

yah kapan kamu saat mengingatku disitulah kita sedang bertemu dalam pengingatan. Memang bertemu adalah penawar rindu yang paling ampuh, Jika Rindu terselip doa, Biarkan bertemu terselip harapan pasti yang indah.

jika rindu terselip doa, masih tak perlu kata yang keluar dari mulut cukup hati yang berbicara sejenak.

Bila rindu terselip Doa, ribuan sekat pembatas takkan mampu membatasinya.

Jika rindu terselip doa akan pengingatan menjadi racun yang tidak ada obatnya.

Jika rindu terselip doa, bagaimana mungkin aku bisa menggengam tanganmu dan mengatakan satu kata yang hampir menguras Pikiranku.

Katanya selama kita masih dalam langit yang sama kita masih akan bisa bersatu. Jika Kau perkenankan aku ingin menggapai malam dengan Senyuman tanpa beban, dengan menggenggam tanpa bersentuhan, yang Pasti Dengan Kerinduan tanpa harus meninggalkn Luka yg berkepanjangan.Tak Ada yg lebih romantis selain menikmati keheningan malam dan merenung bagaimana menggapai sebuah hubungan ini yg patut untuk diperjuangkan atau hanya ingin tetap kita dijadikan Ilusi…

Masih sederhanakah ikatan ini?

Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC

Tradisi mengotori kanal dengan limbah rumah sudah ada di Batavia sejak abad ke-17.

Walhasil, masalah saluran air di Jakarta adalah sampah.

buang-sampah-ke-sungai-itu-warisan-zaman-voc

Saya mengikuti Sunaryo yang menaiki tangga baja melingkar menuju ruangan pengendali Pintu Outlet di Cipinang Besar Selatan. Setelah pintu terbuka, tampak ruangan memanjang bercat dan berlantai putih yang berisi panel-panel untuk mengoperasikan pintu air.

Dia sudah bertugas sebagai penjaga pintu air ini sejak Kanal Banjir Timur (KBT) resmi digunakan pada 2011. Dari deretan jendela di sepanjang ruangan yang mirip lorong itu Sunaryo bisa memantau bentang lingkungan hulu kanal.

Mulut saluran aliran keluar yang menuju Sungai Cipinang itu mulai mendangkal dan penuh sampah. Dari anjungan pintu air itu kami bisa menyaksikan aneka bungkus plastik mie instan, plastik pembungkus belanja, hingga bak mandi plastik yang kandas tengkurap. Lanjutkan membaca Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC

SUDANTO, Dokter Rp.2000

Yogyakarta – Usianya sudah lanjut, yakni 67 tahun. Namun semangatnya untuk mengabdi ke masyarakat tak pernah surut. Dialah Dokter FX Sudanto. Dan bagi warga Abepura, Papua, dia biasa disebut dengan julukan ‘Dokter Rp 2000’.

Lebih dari 30 tahun Sudanto mengabdikan hidupnya sebagai dokter di Abepura. Untuk berobat kepadanya, warga tak perlu mengeluarkan banyak duit. Cukup Rp 2000. Bahkan kalau memang tidak punya uang sama sekali, gratis pun jadi. Karena itulah Sudanto terkenal dengan panggilan ‘Dokter Rp 2000’.

3372164_201305241215380464 Lanjutkan membaca SUDANTO, Dokter Rp.2000

Generasi “Aku Aku Aku” Indonesia

Sebuah artikel sampul majalah TIME edisi Mei lalu mengangkat analisis berjudul “The Me Me Me Generation – Why They’ll Save Us All”. Dalam artikel sepanjang enam halaman garapan sosialis Joel Stein itu dituangkan banyak fakta yang menjelaskan mengapa orang muda yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000, bisa jadi masalah sekaligus “dinamika baru” bagi perkembangan dunia. Golongan generasi ini disebut sebagai millenial.

Dijelaskan, karakter generasi millenial yang paling nampak adalah malas, narsistis dan penuh gengsi, dan cenderung tidak mandiri. Setelah baca rampung artikel ini, saya berpikir bahwa Indonesia punya semua karakter generasi millenial. Stein menggarisbawahi kesimpulan bahwa dengan segala macam sifat kecintaan berlebihan terhadap diri sendiri, abai terhadap informasi-informasi signifikan dan terlalu banyak mengumbar hal-hal yang tidak relevan di internet, generasi millenial akan jadi penanda baru dalam sejarah peradaban. “Millenial tidak mencoba mengambil alih perbaikan dan pengembangan kehidupan, mereka bertumbuh sendiri tanpa perkembangan itu,” tulis Stein. Lanjutkan membaca Generasi “Aku Aku Aku” Indonesia

Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Disembunyikan Bertahun-tahun

Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia. Lanjutkan membaca Inilah Obat Kanker Paling Ampuh yang Disembunyikan Bertahun-tahun

Untuk Mahasiswa yang HANYA Bangga dengan IP 3.5 (Suara dari Sang Aktivis)

Disadari atau nggak, mahasiswa di era pasca soeharto lengser cenderung lebih berbeda dibanding dengan mahasiswa sebelum soeharto lengser. Setidaknya, dari intensitas ngomong, mahasiswa jaman sebelum soeharto lengser lebih vokal ngomong di luar urusannya sama akademik.

Terlepas dari ada atau nggak penyokong dana di balik aksi mahasiswa sebelum soeharto, senggaknya mahasiswa di jaman orde baru lebih punya prinsip buat ngadain gerakan-gerakan. Nggak cuma gerakan demo, tapi juga lobi-lobi ke pemerintahan.

Sekarang?

Disadari atau nggak, mahasiswa jaman sekarang cenderung lebih milih nggedein IPK, lulus nggak nyampe 4 tahun, terus kerja di perusahaan bonafit. Sukur-sukur sih kerja di perusahaan asing yang ada di Indonesia. Kalo bahasa kasarannya versi saya, menJongoskan diri di negeri sendiri. yaaa…beda tipis lah sama orang pribumi jaman hindia belanda yang justru jadi kacungnya orang belanda. Lanjutkan membaca Untuk Mahasiswa yang HANYA Bangga dengan IP 3.5 (Suara dari Sang Aktivis)

Penemu Indonesia yang Diakui Dunia

Indonesia, disamping memiliki kekayaan alam yang luar biasa, juga memiliki kekayaan intelektual dari para rakyatnya yang kini, hasil penemuan dan inovasi mereka dipakai secara internasional. Subhanallah.

berikut ini adalah beberapa penemu diantara ribuan penemu dari Indonesia

1. Tjandramukti

tj

Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di desa ini, sekitar tahun 2000 berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar (salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata- rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.

Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi (43,9 %), umur yang pendek (72 hari), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang lain belum didaftarkan.

Selain kedelai, beliau juga menemukan konsep sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan serta metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai.

2. Mujair

mujair

Mujair adalah nama seorang bapak yang pada tahun 1939 menemukan ikan yang pada akhirnya dinamai dengan nama yang sama di muara sungai Serang, Blitar.Beliau berhasil mengembangbiakkan ikan yang bukan asli perairan Indonesia dan menjadi populer hingga sekarang. pak mujair itu mengembangbiakkan ikan yang aslinya ikan laut menjadi ikan air tawar. Lanjutkan membaca Penemu Indonesia yang Diakui Dunia

Penemu Lambang Burung Garuda

Adalah Sultan Hamid II asal Pontianak yang menciptakanLambang Negara Indonesia berupa Rajawali – Garuda Pancasila. Bermula pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (dalam hal ini Sultan Hamid II sendiri), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

5500188_20130601120457 Lanjutkan membaca Penemu Lambang Burung Garuda

Seberapapun indahnya untaian kata terucap takkan berarti apapun jika tak dituliskan karena itu bernilai abadi